LANGKAH JITU MENULIS NON FIKSI
Pertemuan ke -14 KBMN PGRI angkatan ke - 28
Pemateri : Ibu Musiin,M.Pd
Moderator : Ibu Yandri Novita Sari,S.Pd
Konsep Buku Non Fiksi
Jumpa lagi Bloggy dengan resume Bun Yen yang ke 14. Kali ini pemateri mengupas jurus jitu membuat karya tulis Non Fiksi.
Kita memulai pagi ini dengan pengertian dari tulisan non-fiksi.Tulisan ini bersifat objektif dan berbasis data dan fakta. Bahasa yang digunakan juga bersifat denotatif, apa adanya.
Tentu banyak sekali contoh tulisan Non Fiksi yang dapat kita jumpai di sekitar kita sehari-hari. Gambar berikut adalah beberapa contoh bentuk tulisan Non Fiksi :Dan Ibu Musiin membuktikan, sebagai alumni kelas menulis Om Jay gelombang 8, saya juga mendapat kesempatan sekaligus tantangan menulis yang diberikan Prof. Eko. Kami bersembilan telah berhasil menaklukakan tantangan menulis Prof Eko dan buku kami telah berhasil dipajang di toko buku Gramedia secara online maupun offline. Buku karya saya berjudul Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi.
" Saya telah berhasil mengalahkan ketakutan dari diri saya sendiri. Ketakutan itu ternyata merendahkan potensi saya untuk menulis." ( Kata Bu Musiin)
Bapak Ibu kawan Bloggy yang luar biasa, ketakutan yang di rasakan ketika menulis buku adalah sebagai berikut:
1. Takut tidak ada yang membaca.
2. Takut salah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.
3. Merasa karya orang lain lebih bagus.
( Seperti saya yang kadang - kadang insecure gituh)
Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:
1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit)
Contoh: Buku Pelajaran
2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.
Contoh: Buku Panduan
3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)
Pola yang di pakai Pemateri dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola Klaster.
Proses penulisan buku nonfiksi terdiri dari 5 langkah, yakni :
1. Pratulis
2. Menulis Draf
3. Merevisi Draf
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitkan
Langkah Pertama
Pratulis :
1. Menentukan tema
2. Menemukan ide
3. Merencanakan jenis tulisan
4. Mengumpulkan bahan tulisan
5. Bertukar pikiran
6. Menyusun daftar
7. Meriset
8. Membuat Mind Mapping
9. Menyusun kerangka
Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.
Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya
1. Pengalaman pribadi
2. Pengalaman orang lain
3. Berita di media massa
4. Status
Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
5. Imajinasi
6. Mengamati lingkungan
7. Perenungan
8. Membaca buku
9. Survey
10. Wawancara
Artinya, kita tidak akan bisa menulis dengan bagus, jika kita tidak pernah membaca dan mengupdate pengetahuan kita.
Kemudian untuk Referensi, tentu berasal dari data dan fakta. Dapat pula diperoleh dari literasi di internet.
Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini.
1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampilan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan
Inilah " a book inside you".
Tahap berikutnya membuat kerangka.Kerangka ini saya ajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan.
BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital
BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet
Selanjutnya adalah anatomi Buku:
Anatomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis
Untuk merevisi draf, dapat dilakukan dengan Proofreading sebelum menerbitkan tulisan. Bapak ibu, kawan Bloggy tinggal melakukan eksekusi.
Berikut ini adalah trending topik yang bisa Bapak Ibu, kawan Bloggy gunakan sebagai bahan tulisan :
1. Untuk mengetahu suatu topik menarik atau tidak, Bapak Ibu bisa mengecek di Google Trends. Contohnya, berikut ini hasil penelusuran tentang topik *Kurikulum Merdeka*. Bapak Ibu dan kawan Bloggy tentu bisa melihat bahwa topik tersebut memiliki rating yang masih cukup tinggi.
Ini berarti jika kita menulis topik tersebut, akan diminati banyak orang. Bapak ibu dan kawan Bloggy juga membandingkan trend antar topik di google trends.
*Silakan menggunakan aplikasi ini sebelum menulis*.
Demikian resume Bun Yen kali ini, jangan lupa tinggalkan jejak pada kolom komentar, terimakasih 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Kuala Pembuang
Yeni Arifin






terima kasih resumenya
BalasHapusAlhamdulillah, terima kasih Bapak (Om ) Jay telah berkunjung 🙏🏻🙏🏻
BalasHapusMantap, Yen!
BalasHapus