LANGKAH JITU MENULIS NON FIKSI

 

Pertemuan ke -14 KBMN PGRI angkatan ke - 28

Pemateri    : Ibu Musiin,M.Pd 

Moderator : Ibu Yandri Novita Sari,S.Pd 

Konsep Buku Non Fiksi 

             Jumpa lagi Bloggy dengan resume Bun Yen yang ke 14. Kali ini pemateri mengupas jurus jitu membuat karya tulis Non Fiksi. 

       Kita memulai pagi ini dengan pengertian dari tulisan non-fiksi.Tulisan ini bersifat objektif dan berbasis data dan fakta. Bahasa yang digunakan juga bersifat denotatif, apa adanya.

             Tentu banyak sekali contoh tulisan Non Fiksi yang dapat kita jumpai di sekitar kita sehari-hari. Gambar berikut adalah beberapa contoh bentuk tulisan Non Fiksi :

    Sedikit mengutip penyemangat dari pemateri agar kita dapat senantiasa produktif menulis adalah menurut Prof Rhenaldi Kasali (Musiin,2013) kalau kita berpikir secara Opportunity Based, kita akan selalu yakin ada pintu di tengah tembok rintangan. Seperti nasihat Om Jay “Menulislah setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi.”

     Dan Ibu Musiin membuktikan, sebagai alumni kelas menulis Om Jay gelombang 8, saya juga mendapat kesempatan sekaligus tantangan menulis yang diberikan Prof. Eko. Kami bersembilan telah berhasil menaklukakan tantangan menulis Prof Eko dan buku kami telah berhasil dipajang di toko buku Gramedia secara online maupun offline. Buku karya saya berjudul Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi.

" Saya telah berhasil mengalahkan ketakutan dari diri saya sendiri. Ketakutan itu ternyata merendahkan potensi saya untuk menulis." ( Kata Bu Musiin)

Bapak Ibu kawan Bloggy yang luar biasa, ketakutan yang di rasakan ketika menulis buku adalah sebagai berikut:

1. Takut tidak ada yang membaca.

2. Takut salah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.

3. Merasa karya orang lain lebih bagus.

( Seperti saya yang kadang - kadang insecure gituh)

Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:

1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) 

Contoh: Buku Pelajaran

2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.

Contoh: Buku Panduan

3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)

       Pola yang di pakai Pemateri dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola Klaster.

Proses penulisan buku nonfiksi terdiri dari 5 langkah, yakni :

1. Pratulis

2. Menulis Draf

3. Merevisi Draf

4. Menyunting Naskah

5. Menerbitkan

 Langkah Pertama

 Pratulis :

1. Menentukan tema

2. Menemukan ide

3. Merencanakan jenis tulisan

4. Mengumpulkan bahan tulisan

5. Bertukar pikiran

6. Menyusun daftar

7. Meriset

8. Membuat Mind Mapping

9. Menyusun kerangka

    Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.

    Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya 

1. Pengalaman pribadi

2. Pengalaman orang lain

3. Berita di media massa

4. Status

 Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram

5. Imajinasi

6. Mengamati lingkungan

7. Perenungan

8. Membaca buku

9. Survey

10. Wawancara

          Artinya, kita tidak akan bisa menulis dengan bagus, jika kita tidak pernah membaca dan mengupdate pengetahuan kita.

       Kemudian untuk Referensi, tentu berasal dari data dan fakta. Dapat pula diperoleh dari literasi di internet.

Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini.

1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;

2. Keterampilan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;

3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;

4. Penemuan yang telah didapatkan.

5. Pemikiran yang telah direnungkan

Inilah " a book inside you".

 Tahap berikutnya membuat kerangka.Kerangka ini saya ajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan.

BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia

A. Pembagian Generasi Pengguna Internet

B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet

BAB 2 Media Sosial

A. Media Sosial

B. UU ITE

C. Kejahatan di Media Sosial

BAB 3 Literasi Digital

A. Pengertian

B. Elemen

C. Pengembangan

D. Kerangka Literasi Digital

E. Level Kompetensi Literasi Digital

F. Manfaat

G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi

H. Kewargaan Digital

BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara

A. Keluarga

B. Sekolah

C. Masyarakat

BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62

A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia

B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia

C. Membangun Digital Mindset Warganet 

Selanjutnya adalah anatomi Buku:

Anatomi Buku

1. Halaman Judul

2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)

3. Halaman Daftar Isi

4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)

5. Halaman Prakata

6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)

7. Bagian /Bab

8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)

9. Halaman Glosarium

10. Halaman Daftar Pustaka

11. Halaman Indeks

12. Halaman Tentang Penulis

     Untuk merevisi draf, dapat dilakukan dengan Proofreading sebelum menerbitkan tulisan. Bapak ibu, kawan Bloggy tinggal melakukan eksekusi.

      Berikut ini adalah trending topik yang bisa Bapak Ibu, kawan Bloggy gunakan sebagai bahan tulisan : 

1. Untuk mengetahu suatu topik menarik atau tidak, Bapak Ibu bisa mengecek di Google Trends. Contohnya, berikut ini hasil penelusuran tentang topik *Kurikulum Merdeka*. Bapak Ibu dan kawan Bloggy tentu bisa melihat bahwa topik tersebut memiliki rating yang masih cukup tinggi.

Ini berarti jika kita menulis topik tersebut, akan diminati banyak orang. Bapak ibu dan kawan Bloggy juga membandingkan trend antar topik di google trends.

*Silakan menggunakan aplikasi ini sebelum menulis*.

 Demikian resume Bun Yen kali ini, jangan lupa tinggalkan jejak pada kolom komentar, terimakasih 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Kuala Pembuang

Yeni Arifin 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume pertemuan 1 KBMN PGRI 28

BAGAIMANA MENULIS BIOGRAFI

Menulis adalah Passion